KUPAS TUNTAS DIMENSI GEOMETRY

Posted by: Administrator | 07/08/2017 | Kategori: Tips and Triks | 45 kali dibaca | Rating: 56

Tabel dan gambar dimensi dan geometri frame/rangka sepeda memang kelihatan membingungkan, penjelasan di bawah akan membantu bagaimana mengartikannya.

 

Tidak hanya ketika membeli sepeda baru, megukur dan memahami dimensi dan bentuk dari rangka sepeda akan membuat kia memahami kelebihan dan kekurangan sepeda. Gaya bersepeda, jenis sepeda, pengalaman, kondisi fisik, tujuan bersepeda dan harga sepeda adalah faktor utama dalam menentukan sepeda yang cocok. Seringkali, sulit atau juga salah dalam menentukan sepeda yang paling cocok sesuai keinginan kita.
Dua hal yang paling penting dan mendasar dalam membeli sepeda adalah ukuran dan geometri frame sepeda. Membeli sepeda dengan ukuran yang salah dapat berujung pada ketidaknyamanan, cidera, dan menurunkan semangat bersepeda.
Untuk yang sudah terlanjur membeli sepeda dengan ukuran dan geometri yang salah, mungkin sudah saatnya mengganti sepeda dengan bentuk yang lebih cocok bagi kamu.

Frame sepeda

Rangka sepeda adalah komponen utama sepeda, di mana roda dan komponen lainnya dipasang. Desain rangka sepeda paling umum didasarkan pada keselamatan. Frame sepeda klasik terdiri dari dua segitiga: segitiga utama dan segitiga belakang berpasangan, yang ketika disatukan membentuk frame dengan bentuk diamond atau dua segitiga.
Pada sepeda modern, frame sudah tidak hanya untuk keselamatan dan kekuatan lagi, tetapi juga mendukung untuk performa yang maksimal. Bentuknya juga tidak terpaku pada bentuk diamond yang klasik, tetapi bisa beraneka ragam, Penambahan suspensi belakang pada sepeda gunung juga merubah strategi dan struktur rangka sepeda gunung secara keseluruhan. Kemunculan material untuk membuat frame sepeda yang lebih kuat dan ringan (seperti frame sepeda karbon) juga membuat desian frame sepeda yang lebih fleksible, tidak harus terpaku untuk membentuk struktur yang kuat, tetapi bisa diarahkan untuk performa, tanpa mengurangi kekuatan frame tersebut.
Panjang dan sudut dari setiap tiang(tube) pada frame sepeda mempunyai tujuan tersendiri, dan produsen sepeda yang baik, menghitung dengan detail setiap mm dan derajat sudut dari frame sepeda yang akan dibuat. Kobinasi panjang dan sudut itu tidak hanya untuk kekuatan struktur sepeda belaka, tetapi juga untuk membentuk karakter sepeda. Sepeda untuk kecepatan, ketangguhan, santai, semuanya memiliki panjang dan sudut rangka yang berbeda. Setiap perubahan dari panjang dan sudut, bisa mengubah karakter sepeda.
Pada beberapa artikel, saya sudah pernah menyinggung tentang pengaruh dan komponen pada frame sepeda walaupun tidak secara keseluruhan, untuk informasi tambahan bisa dibaca di artikel ini:

Apa itu geometry chart/tabel geometri sepeda

Geometry chart sepeda adalah tabel yang disertai gambar untuk panjang dan sudut dari tiang/tube yang membentuk rangka sepeda.
Tidak semua merk dan model sepeda memberi informasi yang lengkap, termasuk geometri rangka sepeda. Produsen sepeda terkemuka dan baik, biasanya memberikan informasi yang lengkap tidak hanya untuk komponen yang dipakai, tetapi juga geometri, panjang , sudut frame sepedanya untuk setiap ukuran yang tersedia.
Tetapi, table/chart geometri sepeda kelihatannya membingungkan dan tidak semua tertarik untuk membacanya, apalagi setiap merk bisa mempunyai cara yang berbeda dan penamaan untuk dimensi yang sama.
Untuk sepeda buatan lokal, Polygon adalah yang terbaik dalam memberikan keterangan spesifikasi sepeda. Tidak hanya komponen, tetapi juga geometry chart yang lengkap dengan gambar detail dari rangka, dan untuk semua ukuran frame sepeda yang tersedia. Contohnya disini saya ambil geometry chart dari sepeda balap Polygon Helios LT8X 2019.

Ukuran frame sepeda balap Polygon HELIOS LT9X

Ukuran frame sepeda balap Polygon HELIOS LT9X

  A B C D E F G H I J K L M
Size Seat Tube Length Seat Tube Angle Effective Seat Tube Angle Head Tube Length Head Tube Angle Effective Top Tube BB Height BB Offset Chainstay Length Wheelbase Frame Reach Frame Stack Standover Height
46 465 74.2 74.2 110 71 520 271.5 68 (DROP) 405 974.6 376.5 507.2 710.6
50 500 73.8 73.8 125 72 535 271.5 68 (DROP) 410 982.7 382.5 524.9 732.8
53 530 73.5 73.5 145 73 550 271.5 68 (DROP) 410 985.8 387.9 547.3 760.2
56 560 73.5 73.5 165 73.5 565 271.5 68 (DROP) 410 996 396.7 568.2 786.7
58 580 73 73 176 73.5 581 271.5 68 (DROP) 410 1006.7 404.4 577.7 802.6
60 600 72.5 72.5 200 73.5 600 271.5 68 (DROP) 410 1020 410.3 610.7 822.6

Tidak ada standard khusus untuk tabel ini, jadi kita bisa saja menemukan istilah dan parameter yang berbeda dari setiap merk; contohnya mungkin tidak semua spesifikasi memasukkan parameter rake dan tail. Tabel geometri sepeda juga biasanya memunjukkan perbedaan dimensi pada setiap ukuran (S, M, L, XL) sepeda yang tersedia pada model tersebut.

Seberapa perlu memahami dimensi frame sepeda

Bagi kebanyakan orang mungkin yuag terpenting adalah ukuran yang cocok, kaki bisa menginjak permukaan ketika di atas sepeda, posisi duduk yang seimbang, tetapi sebenarnya tidak hanya itu saja.
Mengerti dan memahami dimensi geometri frame sepeda akan sangat berguna untuk:

  • ukuran yang pas: prioriti utama.
  • karakter sepeda: membungkuk, tegak, panjang, pendek akan membuat karakter sepeda yang berbeda.
  • handling/steering/kontrol sepeda: posisi stang, kemiringan stang, dan lainnya berpengaruh kepada kemudahan mengontrol sepeda.
  • komponen kompabiliti: ukuran pada bagian rangka sepeda menentukan ukuran komponen lain yang bisa dipasang pada sepeda tersebut.

Kita tidak hanya sekedar duduk di atas sepeda, kadang juga harus berdiri, dan gaya bersepeda juga bisa agresif, posisi yang aero (racy position), atau yang lebih relax (touring), atau posisi endurance (ketahanan). Begitu juga dengan posisi dan jarak tempat duduk, stang/handlebars, dan lebar stang dan crank akan mempengaruhi posisi tubuh dan karakter sepeda.
Bike fit specialist biasanya akan mengukur dan menganilas detail dari tubuh dan sepeda melihat apakah ada masalah biomekanik yang bisa mengakibatkan cidera, kelelahan, dan performa otot terhadap bentuk sepeda.

Anatomi dan dimensi rangka sepeda

Rangka sepeda untuk kategori sepeda gunung, sepeda balap, sepeda BMX, sepeda fixie, sepeda lipat, dan lainnya memiliki kesamaan dan perbedaan. Beberapa bisa memiliki suspensi depan, suspensi belakang, desain frame yang unik, melengkung, dan sebagainya. Di bawah ini adalah anatomi untuk dimensi sepeda secara umum dan keseluruhan, mungkin tidak semua sepeda memilikinya, tetapi penjelasan dari dimensi geometri di bawah bisa merangkum semua jenis sepeda.
Gambar di bawah akan menjelaskan beberapa istilah yang akan dipakai pada pengukuran dimensi rangka sepeda.

Anatomi frame sepeda

Anatomi frame sepeda

A – Top Tube E – Down Tube I – Bottom Bracket
B – Head Tube F – Fork J – Dropout depan
C – Seat Stay G -Dropout belakang K– Seat Post
D – Seat Tube H – Chainstay  

Ukuran frame sepeda

Ini adalah hal pertama yang perlu dilihat dalam menentuka frame sepeda yang cocok. Ketika pabrikan sepeda memberikan ukuran sepeda, bisa dinyatakan dalam eXtra Small (XS), Small (S), Medium (M), Large (L), dan eXtra large (XL), bahkan eXtra eXtra Large (XXL), atau dalam satuan 51cm (20 inci), 53cm(21 inci), atau 56cm(22 inci). Ukuran 51cm dan lainnya itu menyatakan panjang dari seat tube frame sepeda. Untuk ukuran dalam huruf seperti S, M, dan lainnya, tidak ada standard khusus dan range yang pasti, setiap pabrikan mempunyai standard atau rentang angka sendiri.
Untuk sepeda gunung, ukuran sepeda tidak hanya dinyatakan sebagai ukuran frame, tetapi juga ukuran roda, atau hanya salah satu diantaranya.
Contohnya sepeda gunung Thrill 27.5 Oust 2.0, ukuran sepeda hanya berdasarkan ukuran roda yaitu 27.5″. pilihan lainnya adalah Thrill 26 Oust 2.0 yang menggunakan ukuran roda 26 inci, dimana 27.5 Oust 2.0 dan 26 Oust 2.0 mempunyai ukuran dimensi frame sepeda yang mengikuti besarnya roda sepeda.
Contoh lain adalah Polygon Xtrada 8, dimana tersedia dalam ukuran frame S, M, L, XL, dan juga dengan pilihan ukuran roda 27.5″ atau 29″, bisa dijual dengan nama 27.5 Polygon Xtrada 8 M, atau 29 Polygon Xtrada 8 M. Karena untuk ukuran M dan L bisa memilih ukuran roda 27.5″ atau 29″, sedangkan ukuran S hanya bisa memakai roda 27.5″ dan ukuran XL hanya bisa memakai roda ukuran 29″.
Ukuran sepeda balap, biasanya tidak mengikutkan ukuran roda karena roda yang dipakai biasanya berukuran 700C, ukuran sepeda balap hanya dinyatakan dalam huruf S, M, L, dst atau berdasarkan panjang seat tube frame seperti 51cm atau 20″, 53cm atau 21″ dan seterusnya.

Contoh tabel rekomendasi ukuran frame sepeda

Tinggi Inseam kaki Rekomendasi Ukuran Frame
cm cm +/- 2.5 inch cm Ukuran
Sepeda Gunung
145 69 13 33 XS
152 71 14 36 XS
157 71 15 38 S
162 74 16 41 S/M
167 74 17 43 M/L
172 76 18 46 L
175 76 19 48 XXL
177 79 20 51 XXL
182 84 21 53 XXL
187 86 22 56 XXL
192 89 23 58 XXL
Sepeda Balap
162 74 19 48 XS
167 74 19 49 XS
172 76 20 50 S
175 76 20 51 S
177 79 21 54 M
182 84 22 56 L
187 86 23 58 XL
192 89 24 60 XXL

 

Tabel di atas hanya panduan umum saja, setiap merk sepeda memiliki standard tersendiri dalam pembagian ukuran berdasarkan dimensi frame sepedanya. Untuk lebih pasti, baca spesifikasi dan manual dari merk sepeda yang dicari.

Panjang head tube

Panjang head tube (head tube length) diukur dari bagian paling bawah ke bagian paling atas dari head tube sepeda. Sepeda dengan head tube pendek menurunkan bagian depan sepeda, menempatkan pengendara dalam posisi yang agresif untuk mengurangi hambatan angin dan udara, meningkatkan aerodinamika. Sepeda dengan head tube panjang membuat bagian depan sepeda lebih mendongak, menempatkan pengendara dalam posisi yang lebih tegak.
Sepeda touring biasanya memiliki head tube yang lebih panjang sehingga tidak perlu tambahan spacer (pengganjal) untuk membuat posisi pengendara yang lebih tegak, umumnya lebih panjang sekitar 40mm dari sepeda balap atau sepeda cyclocross.

Sudut head tube

Sudut head tube adalah sudut atau kemiringan head tube terhadap permukaan jalan. Sepeda dengan sudut head tube lebih tegak memiliki kontrol kemudi yang lebih cepat. Diperlukan sedikit tenaga untuk menyetir stang sepeda.
Sepeda dengan sudut head tube lebih landai memiliki kontrol kemudi yang lebih lambat. Diperlukan lebih banyak tenaga untuk menyetir stang sepeda.
Kontrol kemudi yang lebih lambat dan kaku akan meningkatkan kestabilan sepeda ketika bergerak pada kecepatan tinggi. Sepeda yang dirancang untuk membawa bawaan di depan biasanya memiliki sudut head tube yang lebih landai, seperti sepeda dengan keranjang depan atau sepeda touring. Begitu juga dengan sepeda gunung yang memiliki sudut head tube lebih kecil agar tetap bisa stabil titik beratnya pada waktu turunan tajam pada jalan yang bergelombang.
Contoh perbandingan umum dari sudut Head Tube Angle:

  • Sepeda touring 71-72 derajat
  • Sepeda balap 73-74 derajat
  • Cross Country (XC) 72-73 derajat

Panjang head tube - Sudut head tube - Panjang top tube - Effective Top Tube (ETT)

Panjang head tube – Sudut head tube – Panjang top tube – Effective Top Tube (ETT)

Panjang top tube

Panjang top tube atau tiang yang berada di antara stang dengan tempat duduk. Panjang top tube tidak memberikan informasi yang berarti, sebab itulah lebih sering dipakai ukuran Effective Top Tube (ETT).

Effective Top Tube (ETT)

Effective Top Tube (ETT) adalah panjang mendatar dari posisi tertinggi head tube ke seat post (tiang penyangga di bawah sadel sepeda). Effective Top Tube (ETT) memberikan ukuran yang lebih baik untuk menyatakan seberapa banyak ruang ketika duduk di sepeda. Ditambah dengan panjang stem dan ketinggian sadel (dudukan) akan menyatakan seberapa jauh rentangan tangan ke depan dari posisi duduk untuk mencapai stang sepeda.

Stack dan reach pada frame sepeda

Stack dan reach pada frame sepeda

Stack

Stack adalah tinggi (jarak vertikal tegak lurus) dari titik pusat bottom bracket sampai ke titik pusat posisi tertinggi head tube. Yang menyatakan seberapa tinggi jarak kaki ketika di pedal dengan posisi tangan di stang.

Reach

Reach adalah jarak mendatar dari titik pusat bottom bracket sampai ke titik pusat posisi tertinggi head tube. Yang menyatakan seberapa jauh jarak kaki ketika di pedal dengan posisi tangan di stang.
Stack dan reach adalah dimensi penting yang menyatakan kenyamanan posisi kaki dan tangan pada sepeda ketika memilih sepeda yang cocok, bahkan tanpa harus mencoba sepeda secara langsung. Jika kita tahu ukuran stack dan reach yang nyaman pada sepeda yang pernah dipakai, tanpa mencoba kita bisa tahu sepeda lain itu nyaman atau tidak dengan melihat dimensi stack dan reach nya. Karena ukuran, bentuk dan panjang kaki dan tangan posisi kenyamanan dan gaya bersepeda setiap orang bisa berbeda-beda.

Jika spesifikasi sepeda tidak memberikan informasi stack dan reach, maka bisa menggunakan kalkulator di https://bikegeo.muha.cc untuk menghitung stack dan reach dengan memasukkan parameter dimensi lain.
Sepeda gunung dan sepeda balap memiliki karakter yang berbeda dan juga mempunyai perbandingan stack dan reach yang berbeda. Sepeda balap misalnya biasanya mempunyai stack pendek dan reach yang panjang, seangkan untuk sepeda yang lebih santai mempunyai stack yang lebnih panjang dan reach yang lebih pendek.

Panjang seat tube

Panjang seat tube (seat tube length) mungkin tidak begitu perlu bagi kebanyakan orang, terkecuali pesepeda yang memerlukan tinggi tertentu agar bisa berdiri untuk menyeimbangkan sepeda (biasanya yang bertubuh pendek). Sekali lagi, lebih baik untuk membandingkan dan menghitung stack dan reach.

Panjang seat tube - Sudut seat tube - Sudut efektif seat tube

Panjang seat tube – Sudut seat tube – Sudut efektif seat tube

Sudut seat tube

Seat tube angle atau sudut/kemiringan seat tube (batang di bawah dudukan) tidak memberikan banyak informasi tentang rasa sepeda. Karena ketinggain dari dudukan sepeda bisa dinaik atau diturunkan, semakin besar sudut seat tube, meninggikan dan merendahkan tempat duduk akan memberikan jarak yang lebih jauh atau lebih pendek secara drastis dibandingkan yang mempunyai sudut seat tube lebih landai. Besarnya sudut seat tube bisa diabaikan, dan lebih baik menggunakan angka sudut seat tube efektif.

Sudut seat tube efektif

Sudut seat tube efektif atau biasa disebut Effective Seat Angle (ESA) adalah sudut dari pusat bottom bracket ke titik pusat sadel pada tinggi tempat duduk yang ideal.
Tinggi tempat duduk sepeda yang ideal adalah di posisi yang kaki masih bisa meriah posisi terendah pedal dan tidak terlalu menekuk kaki.
Sudut seat tube efektif adalah indikator sesungguhnya untuk posisi ideal antara pinggang dengan pedal. memajukan dan memundurkan sadel pada rel nya bisa mengurangi atau menambah sudut sampai sebesar 3 derajat. Semakin tinggi posisi tempat duduk ideal akan membuat sudut ESA yang lebih kecil. Jadi untuk pesepeda dengan postur tubuh tinggi, harus memiliki ESA yang lebih landai atau lebih kecil dari pada pesepeda dengan tubuh yang lebih pendek pada sepeda yang sama.
Pada sepeda statis, kebanyakan orang merasa nyaman pada sudut 72-73 derajat, karena memberikan posisi tubuh yang lebih ergonomik dan bisa mengeluarkan kekuatan yang maksimal. Hal ini berlaku untuk sepeda yang lebih banyak bersepeda di area yang datar.
Sepeda gunung
Untuk sepeda gunung desainnya sedikit diubah dan diatur sebagai kompensasi karena sepeda gunung akan banyak bermain di area yang menanjak atau menurun, begitu juga dengan pengaruh dari suspensi dan sag.
Mendaki jalan dengan kemiringan 10 persen akan membuat sudut seat tube efektif berubah hanya 6 persen karena adanya suspensi sepeda; pada sepeda dengan travel suspensi 150mm perubahan sudut seat tube bisa berkurang menjadi 3 persen. Untuk sepeda full suspension (softail) pada jalan mendaki, suspensi belakang lebih banyak bekerja dari pada suspensi depan. Mengubah Sudut seat tube efektif akan mengkompensai tekanan yang diterima oleh suspensi sepeda, baik suspensi depan atau belakang.
Pada saat menanjak, titik berat sepeda berpindah ke belakang, tergantung kemiringan jalan. Dengan tambahan suspensi, membuat sepeda lebih mendongak lagi. Hal ini yang membuat sudut seat tube efektif pada sepeda gunung dibuat lebih kecil dari 72 derajat.

Pengukuran dimensiDalam mengukur dimensi yang detail pada sepeda, kita sering menemukan istilah C-C atau C-T dan lainnya. Istilah-istilah yang bisa dipakai pada pengukuran detail:
– C = Center (titik pusat)
– T = Top (bagian paling atas)
– B = Bottom (bagian paling bawah)
– I = In (bagian terdalam)
– O = Out (bagian terluar)
Jadi C-C artinya Center to Center, C to T artinya Center to Top, dan seterusnya. Sering kali pengukuran dimensi menghasilkan angka yang berbeda karena menggunakan cara perhitungan yang berbeda pula. Bentuk tube atau tiang pada rangka sepeda yang mempunyai ruang, harus dipastikan apakah mengukurnya dari titik pusat, titik terluar, atau terdalam, untuk menghasilkan perhitungan yang akurat dan sesuai.

Metoda pengukuran dimensi yang berbeda

Metoda pengukuran dimensi yang berbeda

Fork rake/offset

Fork rake adalah selisih antara garis vertikal di pusat roda dengan proyeksi perpanjangan fork ke permukaan. Fork rake ini adalah garis imajiner, yang pada sepeda balap disebut fork rake dan pada sepeda gunung lebih umum disebut fork offset.
Mempunyai pengaruh yang sama dengan head tube angle, hanya dalam satuan yang berbeda. Fork rake dinyatakan dalam panjang, sedangkan sudut head tube dinyatakan dalam derajat sudut. Manambah panjang fork rake akan membuat handling yang lebih cepat, sedangkan memperpendek fork rake akan membuat handling yang lebih lambat.
Mempanjang fork rake/offset, dan  melandaikan/memperkecil sudut head tube nya, akan menghasilkan panjang fork trail yang sama.

Dimensi rangka sepeda Rake dan trail

Dimensi rangka sepeda Rake dan trail

Fork Trail

Produk kombinasi dari fork rake dan head tube angle adalah fork trail. Angka ini sebenarnya yang menjadi indikator utama seberapa cepat kita bisa menyetir stang sepeda. Angka fork trail ini jarang diberikan oleh pabrikan sepeda padahal angka inilah yang paling berguna.

Nilai fork trail kecil sama dengan steering yang cepat. Membuat steer stang sepeda lebih ringan dan lincah.
Nilai fork trail besar sama dengan steering yang lambat. Membuat steer stang sepeda lebih berat dan stabil.
Tergantung kepada area dan gaya bersepeda, kita bisa memilih sesuai dengan karakter sepeda yang cocok buat kita.
Secara umum nilai dari fork trail pada beberapa jenis sepeda:

  • Sepeda touring 55-70mm
  • Sepeda balap 50-60mm
  • Sepeda gunung cross country (XC) 55-65mmPengaruh head tube angle dan fork rake/offset terhadap trail

    Pengaruh head tube angle dan fork rake/offset terhadap trail

Untuk menghitung pengaruh head tube angle dan fork rake/offset terhadap trial, bisa dicoba-coba dengan kalkulator online untuk menghitung panjang trial di : http://yojimg.net/bike/web_tools/trailcalc.php

Wheelbase

Wheelbase adalah jarak antara pusat roda depan dengan pusat roda belakang. Secara umum, semakin panjang wheelbase sepeda membuat sepeda lebih stabil, karena beban dan guncangan menyebar lebih jauh pada rangka, suspensi dan ban sepeda. Jarak roda yang lebih lebar juga akan memberikan kuda-kuda yang lebih bagus untuk keseimbangan sepeda.
Wheelbase sepeda yang panjang juga membuat kita harus memutar stang lebih jauh untuk berbelok atau berputar. Mirip seperti mobil yang panjang ketika berputar, harus mengambil jarak dan aba-aba yang lebih jauh, kalau tidak bisa tersangkut.

Front centre

Panjang front centre adalah jarak antara pusat bottom bracket dengan pusat roda depan. Semakin panjang front centre, akan memperkecil peluang sepeda untuk terjungkal ke depan, yang bisa diakibatkan karena menghantam gundukan atau karena menghentikan sepeda dengan rem depan. Karena dengan semakin panjang front centre, titik berat dari dan tekanan dari berat pengendara sepeda berada lebih jauh di belakang.

Front rear centre - chainstay - bottom bracket

Front rear centre – chainstay – bottom bracket

Panjang chainstay

Panjang chainstay adalah jarak antara pusat bottom bracket dengan pusat roda belakang, atau bisa disebut juga rear centre. Panjang chainstay sangat mempengaruhi wheelbase, semakin panjang shainstay, semakin panjang pula wheelbase sepeda. Pada sepeda, rear centre (chainstay) lebih kecil dari pada front centre. Chainstay atau rear centre yang panjang memberikan keuntungan untuk membagi distribusi bedan sepeda, bisa mengurangi slip atau ngepot pada saat menikung misalnya. Pada jalan turunan distribusi beban menjadi sedikit bias apalagi jika ditambah dengan pengereman, beban akan kebih banyak ke depan, sehingga chainstay yang panjang tidak terlalu banyak membantu.
Untuk pesepeda yang sering melakukan aksi angkat roda depan, chainstay yang pendek akan membantu memudahkan mengangkat roda depan, karena terbantu titik berat sepeda yang lebih jauh ke belakang.

Tinggi bottom bracket

Tinggi bottom bracket diukur dari permukaan jalan sampai ke titik pusat bottom bracket. Titik pusat bottom bracket adalah titik berat (centre of mass) dari sepeda dean pengendaranya. Sehingga semakin tinggi bottom bracket membuat sepeda lebih mudah untuk terlompat atau terlempar ketika menghadapi gundukan, penghentian tiba-tiba, atau pada jalan turunan atau tanjakan yang tajam. Singkatnya, bottom bracket yang rendah akan meningkatkan stabilitas sepeda.
Secara tidak langsung, bottom bracket yang rendah akan memudahkan sepeda untuk menikung. Dengan titik berat yang lebih rendah, ketika sepeda miring pada saat menikung sepeda akan lebih stabil, karena sepeda tidak tertarik ke bawah sebanyak kalau bottom bracket lebih tinggi. Begitu juga untuk merubah kemiringan sepeda ke kiri dan kanan pada jalan berkelok-kelok, bottom bracke tyang lebih rendah akan membantu memudahkan mengganti kemiringan sepeda.
Tetapi, kekurangan dari bottom bracket yang rendah adalah clereance atau jarak ruang bebas dari permukaan yang lebih rendah, membuat sepeda, rantai sepeda, dan pedal menabrak batu atau tersangkut pada permukaan tanah.

Bottom bracket drop pada frame sepeda

Bottom bracket drop pada frame sepeda

Bottom bracket offset/drop

Bottom bracket offset adalah ketinggian dari titik pusat bottom bracket terhadap garis lurus dari pusat atau as roda depan dan belakang. Tidak terlalu banyak berpengaruh pada perjalanan normal, kecuali pada saat menikung dan sepeda miring. ketika sepeda miring, ketinggian dari pusat bottom bracket terhadap as roda akan semakin kecil dan bisa menjadi di bawah as roda. Untuk sepeda berukuran roda besar seperti 29 inci, sepeda yang memiliki bottom bracket di bawah as roda, lebih stabil dari pada yang berada di atas as roda.
Bottom bracket drop biasanya berkisar di antara 60mm sampai 80mm, tergantung dari jenis sepedanya. Mengganti ukuran roda yang lebih kecil hanya akan merubah ketinggian bottom bracket, bukan bottom bracket offset. Yang menarik, beberapa frame sepeda gunung full suspension seperti (Pivot Switchblade), mempunyai kemampuan ntuk mengatur tinggi bottom bracket sesuai ukuran roda. Memakai rangka sepeda jenis ini, pada semua ukuran roda, ketinggian bottom braket tetap sama, tetapi dapat mengubah bottom bracket drop menjadi lebih kecil pada ukuran roda yang lebih kecil.

Tinggi handlebar

Ketinggian stang diukur dari permukaan tanah sampai pegangan pada stang sepeda. Dimensi ini jarang dibahas, karena memang dapat dengan mudah diubah dengan penambahan spacer dari bawah atau atas stem, atau kalau perlu dengan mengganti stang dengan ukuran yang berbeda.
Meninggikan posisi stang akan membuat pesepeda lebih mudah untuk memindahkan badannya ke belakang. Bisa mengurangi kelelahan tangan, dan lebih enak untuk menghadapi jalan yang miring.
Stang yang lebih rendah lebih untuk posisi bersepeda yang cepat, juga dapat membantu kecepatan untuk membelokkan arah sepeda.

Variasi panjang stem sepeda

Variasi panjang stem sepeda

Panjang Stem

Panjang stem diukur dari titik tengah stang ke titik tengah bar clamp. Semakin panjang stem, ruang gerak pada sepeda akan semakin lebar, dan membuat posisi bersepeda yang lebih menunduk. Panjang stem yang pendek, membuat tubuh lebih tegak, sehingga lebih enak ketika berhadapan dengan kondisi jalan yang miring.
Tetapi pengaruh panjang stem juga tergantung dari bentuk stang. Ketika kita mengganti dstang sepeda dengan yang bentuknya lebih melengkung ke arah pengemudi, maka sama dengan memendekkan stem sepeda. Mengatur panjang pendek stem sepeda tidak harus dengan mengganti stem, tetapi bisa juga dengan menambah atau mengurangi spacer sejauh yang frame sepeda bisa tampung.

Tinggi Standover

Tinggi standover atau standover height adalah ketinggian dari top tube ke permukaan tanah, di titik pesepeda bisa berdiri di atas top tube. Agar bisa berdiri di atas tanah di tengah sepeda, ketinggian selangkangan sepeda harus lebih tinggi dari standover height. Jika tidak maka pesepeda harus jinjit atau tidak akan bisa untuk berdiri di atas sepeda.
Pengukuran ini penting untuk pesepeda yang harus banyak berhenti dan menyeimbangkan sepeda dengan kaki ke tanah. Menurunkan posisi tempat duduk agar bisa menjejak ke tanah ketika berhenti memang bisa dilakukan, tetapi posisi tempat duduk itu pastinya tidak ideal, karena ketika mengayuh pedal, pasti kaki akan tertekuk banyak. Posisi tempat duduk ideal pastinya lebih besar dari pada ketinggian standover.

Tinggi standover dan handlebar

Tinggi standover dan handlebar

Apakah hanya fokus kepada dimensi frame sepeda saja?

Dimensi dan pengukuran dari geometri rangka sepeda jelas akan memberikan indikasi yang baik untuk memeilih karakter dan ukuran sepeda yang kita inginkan. tetapi perlu diingiat, tidak ada 2 pabrikan sepeda yang membuat bentuk frame sepeda yang identik. Setiap merk sepeda pasti mempunyai dimensi dan cara pengukuran yang berbeda. Seperti membeli celana, walaupun beberapa celana bisa mempunya ukuran atau nomor yang sama, tetapi pasti ada perbedaan dalam panjang dari setiap sisinya.
Memilih ukuran frame sepeda yang pas adalah hal utama dalam memilih sepeda. Dimensi lainnya tidak akan bekerja maksimal jika kita memeilih sepeda yang terlalu besar atau terlalu kecil.
Walaupun Stack dan reach bisa menjadi indikator utama untuk melihat kenyamanan dan posisi bersepeda, tetapi perlu dilihat secara keseluruhan juga. Mencoba sepeda secara langsung pastinya akan membuktikan rasa dan karakter sebenarnya pada sepeda. Coba beberapa posisi pada saat mencoba sepeda, untuk melihat perubahan rasa akibat dari bentuk frame sepeda tersebut.

Apakah pendapat Anda tentang artikel ini?

Share:


KATEGORI


POST POPULER

RACE REGISTER

by: Administrator | 18 February 2020

PERSYARATAN LOMBA

by: Administrator | 26 February 2020

Perjalanan Genre MTB Enduro

by: Administrator | 08 February 2020

ICF 2020 Calendar Updated

by: Administrator | 07 February 2020

KELAS LOMBA MUE 2020

by: Administrator | 22 January 2020

Registration - Open Soon

by: Administrator | 23 January 2020

KUPAS TUNTAS DIMENSI GEOMETRY

by: Administrator | 07 August 2017

KUPAS TUNTAS KOMPONEN HUB PADA SEPEDA

by: Administrator | 07 August 2017

POST TERBARU

PERSYARATAN LOMBA

by: Administrator | 26 February 2020

RACE REGISTER

by: Administrator | 18 February 2020

Perjalanan Genre MTB Enduro

by: Administrator | 08 February 2020

ICF 2020 Calendar Updated

by: Administrator | 07 February 2020

Registration - Open Soon

by: Administrator | 23 January 2020

KELAS LOMBA MUE 2020

by: Administrator | 22 January 2020

KUPAS TUNTAS DIMENSI GEOMETRY

by: Administrator | 07 August 2017

KUPAS TUNTAS KOMPONEN HUB PADA SEPEDA

by: Administrator | 07 August 2017